Luar Biasa! Gebrakan Jokowi Ini Akan Bubarkan Penculikan dan Pemberontakan Abu Sayyaf Selamanya


Luar Biasa! Gebrakan Jokowi Ini Akan Bubarkan Perjuangan Abu Sayyaf Selamanya

Rakyat.win ~ Presiden Joko Widodo saat mendengar WNI diculik langsung tanggap dan saat itu juga mengundang panglima angkatan bersenjata dan Menteri Luar Negeri Filipina untuk membahas pengamanan regional terkait dengan pembebasan sandera warga negara Indonesia. Presiden juga akan mengundang panglima angkatan bersenjata dan Menteri Luar Negeri Malaysia.

"Minggu ini akan kami undang panglima Malaysia, Menlu Malaysia, panglima Filipina, dan Menlu Filipina. Minggu ini kami akan ketemu di sini," kata Jokowi di Istana Negara, pada Selasa, 26 April 2016.

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia akan mengajak dua negara itu melakukan patroli bersama untuk pengamanan kawasan. "Patroli bersama sehingga memastikan kawasan itu betul-betul pada kondisi aman. Tidak mungkin hal-hal seperti ini (penculikan) kita teruskan," katanya sebagaimana dikutip dari Tempo.co

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pertemuan antara dirinya dengan Menteri Luar Negeri Malaysia, Filipina, dan Indonesia serta Panglima TNI, Panglima Tentara Malaysia, dan Filipina di Yogyakarta hari ini, Kamis (05/5), untuk merumuskan patroli serta membicarakan sandera WNI bersama kedua negara tetangga tersebut.

"Besok pagi ( hari ini, red )pukul 09.00 WIB kami akan bertemu dengan ketiga menteri luar negeri dan ketiga panglima akan membicarakan masalah sandera," katanya di Magelang, Rabu (04/5/2016) malam.

Selain itu, katanya, akan dibahas masalah keamanan kawasan yang sering terjadi perompakan di sebelah utara Kalimantan. "Kira-kira itu yang akan kami bicarakan supaya ke depan saya tidak ingin terjadi lagi peristiwa penyanderaan," katanya.

Presiden menuturkan ingin membuat patroli bersama dan akan dirumuskan.

Dan akhirnya atas inisiatif Jokowi, pertemuan terjadi dan Indonesia menyepakati kerja sama patroli bersama dengan Malaysia dan Filipina di perairan perbatasan tiga negara tersebut.

Pernyataan tersebut merupakan butir pertama pembahasan dalam pertemuan Menteri Luar Negeri dan Panglima Angkatan Bersenjata dari Indonesia-Malaysia-Filipina yang dilaksanakan di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Kamis (5/5/2016).

"Yang akan didetailkan yaitu kerja sama untuk patroli bersama, nanti di lapangan seperti apa, bagaimana kerja samanya," kata Presiden Joko Widodo usai menerima kunjungan kehormatan Menlu dan Panglima Tentara Nasional dari ketiga negara tersebut.

Para Menlu tersebut adalah Retno Marsudi dari Indonesia, Dato' Sri Anifah Aman dari Malaysia, dan Jose Rene D Almendras dari Filipina.

Sementara Panglima Angkatan Bersenjata adalah Jendral TNI Gatot Nurmantyo dari Indonesia, Tan Sri Dato' Sri Jenderal Zulkifeli Mohd Zin dari Malaysia, dan Laksamana Madya Caesar Taccad dari Filipina.

Hal kedua yang akan dibahas adalah tentang respon yang akan dilakukan jika terjadi tindakan di lapangan.

"Kalau ada kejadian di lapangan tindakan apa yang dilakukan," kata Presiden.

Ketiga, pertemuan itu akan membicarakan mengenai tukar-menukar informasi secara cepat.

"Ini akan dilakukan dengan membuat hotline, antara crisis center di sini, di Indonesia dan Filipina dan Malaysia," jelas Presiden.

Pembahasan standar operasional prosedur merupakan hal keempat yang akan dibahas.

"Kami arahkan untuk membuat standar operasional prosedur yang jelas sehingga step-step bisa kita tindak bersama," ungkap Presiden.

Hal tersebut, lanjut Presiden, akan didetailkan pada pertemuan trilateral.

Presiden berharap kerja sama ke depan antara tiga negara dapat menyelesaikan masalah yang ada. Sehingga kedepannya tidak ada lagi penculikan terhadap warga negara.

Pada kesempatan itu turut mendampingi Presiden, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

0 Response to "Luar Biasa! Gebrakan Jokowi Ini Akan Bubarkan Penculikan dan Pemberontakan Abu Sayyaf Selamanya"

Posting Komentar